Hidup Berkemenangan atas Dosa “Roma 6:1-14″

Posted on Updated on

Syalom… Bapak, Ibu, Saudara semua yang terkasih di dalam Tuhan kita Yesus Kristus, puji Tuhan karena saat ini kita di beri kesempatan lagi untuk sama-sama belajar tentang kebenaran firman Tuhan yang secara khusus terambil dari surat Roma 6:1-14.

Dan saat ini saya mau memberikan sedikit gambaran tentang penulis dan latar belakang kitab ini yang akan menolong kita untuk dapat lebih mengerti tentang firman Tuhan secara khusus pada Roma 6:1-14

Surat ini merupakan salah satu surat Paulus dan secara khusus membuka mata banyak orang karena  surat mencatat “pembenaran karena iman” yang dimana sepanjang sejarah membuktikan hal ini dan juga dalam surat roma ini terdapat pernyataan lengkap tentang doktrin dalam Perjanjian Baru dan kemudian menjadi dasar dogma Kristen “PEMBENARAN KARENA IMAN”  Korban perdamaian oleh Yesus Kristus, diuraikan sebagai dasar dari pembenaran dan penyucian orang percaya, apabila orang percaya memahami hal ini maka orang percaya dapat mengalami kemerdekaan di dalam Kristus serta hidup dalam kemenangan.

ALAMAT

Surat ini dialamatkan kepada “kamu yang telah di panggil menjadi milik Kristus (Ay6)”“kamu sekalian yang tinggal di Roma(Ay 7)” (di roma orang-orang Kristen  tidak merupakan sekelompok homogen melainkan campuran orang-orang Yahudi dan bangsa lain)

Pada saat ia menulis surat ini ia belum pernah ke Roma (1:13), walaupun ia sudah lama beberapa kali ingin pergi mengunjungi dan melayani orang-orang kudus di kota itu, karena  yakin jemaat di sana sudah dewasa dan dapat mendukung dia dalam pelayanannya di Spanyol(15:23), dan ia juga yakin kalau mereka telah penuh dengan kebaikan dan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasehati (15:4)

LATAR BELAKANG

Ada beberapa hal yang menjadi latar belakang mengapa sehingga Paulus menulis surat Roma yaitu:

  1. Paulus menulis surat Roma karena ia merasa tergerak untuk melayani di antara orang-orang kudus di Roma.
  2. (1:10-11) supaya lewat kunjugannya mereka dapat saling menguatkan (kehadiran hamba Tuhan harus menjadi penopang atau penguat jemaat)
  3. 1:12-13 mungkin Paulus telah mendengar persoalan-persolan yang ada di jemaat dan dia mau mengarahkan mereka (Seorang hamba Tuhan itu harus peka)
  4. Dia mau mengunjungi mereka dan mengarahkan mereka dalam masalah-masalah doktrin 16:17,18. (Bentuk dari kepekaan itu adalah mengajar)
  5. Dia mau mencari pertolongan dan dukungan untuk perjalanannya ke Spanyol (15:22-29 bnd Kis 19:21).

Ya… tadi itu sedikit review tentang  Penulis dan latar-belakang kitab Roma, semoga itu juga boleh memberkati kita sekalian..!!

Saat ini kita akan sama-sama belajar kebenaran firman Tuhan dari kitab Roma 6:1:23 di bawah satu

Tema: Hidup Berkemenangan atas Dosa

Saya merasa kita sebagai anak-anak Tuhan perlu membahas tentang kemenangan atas dosa karena tidak dapat di pungkiri kalau dalam kehidupan sebagai sebagai orang yang telah ditebus, sebagai orang yang telah dipilih Allah,  dan diangkat menjadi anak-Nya, serta diutus sebagai hamba-Nya. Kita masih bergumul dan akan terus bergumul, baik itu dengan kehidupan dimasa lalu yang sangat sulit untuk di tanggalkan, maupun kita masih bergumul dengan dosa, sehingga terkadang sebagian orang terjebak kembali dalam hal2 di kategorikan sebagai dosa kecil ( Ah.. Cuma menipu kok, itupun demi kebaikan), tanpa kita sadari hal-hal yang di anggap kecil inilah yang membawa kepada keterikatan akan dosa dan kita masih sering jatuh meskipun akhirnya kita dapat bangkit dengan pertolongan Tuhan. Namun kita juga tahu kalau ada hamba-hamba Tuhan yang ketika jatuh dalam dosa dan tidak bangkit-bangkit melainkan terus hidup didalam dosa dan menikmati dosa.

Oleh karena itu saat ini kita mau belajar pokok-pokok kebenaran yang dapat menolong kita untuk hidup berkemenangan atas dosa sesuai dengan yang di ajarkan oleh Paulus dalam Roma 6:1-14  yaitu:

1.     Tidak berdiam dalam dosa (Ayat 1,2.)

Bolehkah kita bertekun dalam dosa…??

Pertanyaan yang timbul pada Ayat 1, adalah pertanyaan yang sengaja di kemukakan oleh Paulus untuk mengantisipasi kesalahpahaman yang mungkin saja timbul dari 5:21,22. “dosa bertambah banyak, kasih karunia juga semakin bertambah banyak”. Bahaya yang akan timbul jika orang akan berpikir bahwa semakin banyak ia berdosa maka semakin banyak pula kasih karunia yang di berikan kepadanya, sehingga ia akan tetap hidup didalam dosa karena ia tahu kasih karunia yang selalu cukup baginya, dan cenderung menganggap rendah kasih karunia yang di berikan oleh Yesus Kristus dengan pengorbanan di kayu salib. Akan tetapi yang Paulus maksudkan pada ayat ini ialah; ketika menyadari bahwa dosa kita yang banyak atau dengan kata lain ketika menyadari bahwa kita adalah orang berdosa membawa kepada kesadaran bahwa ada kasih karunia yang banyak, sehingga mereka yang telah berdosa menyadari bahwa Allah tetap mengasihi mereka dan ingin mereka kembali. Oleh karena itu kita tidak dapat dengan sengaja melakukan pelanggaran agar dapat menikmati Angerah yang berlimpah itu (bdn 3:7-8)

Sebab banyak orang yang ketika jatuh dan jatuh lagi dalam dosa yang sama mereka sering tidak melihat kasih karunia yang melimpah ini dengan berkata “Tuhan… aku tidak pantas menjadi alat-Mu bahkan mereka akan berkata Tuhan aku sudah sampai disini dan tidak dapat bangkit lagi sekarang biarlah kehendak-Mu yang jadi tanpa mau berusaha melawan dosa yang mengikatnya (memang sepintas kelihatan rohani,) Akan tetapi kita juga harus menyadari bahwa kehendak Tuhan tidak pernah meniadakan kehendak bebas manusia karena itu bagaimana kehendak Tuhan yang adalah kita bangkit dan menang atas dosa dapat terlaksana kalau kita sendiri juga tidak mau berjuang melawan dosa,

hal ini bukan berarti tanpa kita, kehendak Tuhan tidak dapat terlaksana atau Tuhan tidak dapat mengubah kita dalam satu malam menjadi orang baik…, Sesungguhnya Tuhan dapat hanya Ia tidak pernah menghendaki kita menjadi anak-anak gampangan

dan juga dapat dihubungkan dengan pengorbanan Kristus, Ay 3-5. Berbicara mengenai Baptisan sebagai tanda pertobatan, sedangkan pertobatan sendiri ialah titik balik orang percaya mati untuk dosa,

mengapa sehingga kita tidak boleh bertekun dalam dosa..??

Paulus memberi 1 alasan

  • Kita telah mati bagi dosa Ay 2b (melalui baptisan Ay 3-5) bnd Gal 2:20

Paulus memakai metafora mati untuk menggambarkan pemisahan total dari kuasa dosa  (kita telah mati) kelepasan dari dosa, lebih tepatnya menghilangnya kekuatan tubuh  tetapi juga yang harus kita ketahui bahwa. Berdasarkan konteks perikop ini maka yang di bahas bukan mati bagi dosa dalam pengertian tentangpertobatan atau semacamnya, melainkan keikutsertaan jemaat dalam kematian dan penguburan Kristus dalam pengertian suatu waktu sejarah penebusan. Dan juga Paulus juga menyinggung tentang baptisan dalam ayat yang ke 3, karena baptisan menyatakan penyatuan kita dengan Kristus dapat kita lihat dalam (1Kor 12:13, Gal 3:27) yang membuat kita berbagi atau mendapat bagian dalam karya penebusan-Nya, yaitu Saat kita di baptis masuk kedalam Kristus dan menjadi milik-Nya, maka apa yang terjadi di dalam Dia, juga sah bagi kita”, “kita bahkan disebut telah di kubur bersama Kristus dan mati bagi dosa” hal ini bukan hanya hal sakramental melainkan juga menunjukan adanya keikutsertaan orang percaya melalui sakramen baptisan dalam peristiwa di golgota. Atau dengan kata lain jemaat terlibat dalam peristiwa sejarah penebusan yaitu, dimana Kristus mati, mereka juga turut mati dan kematian-Nya adalah kematian mereka.

disini Paulus sedang menunjukan relasi antara Baptisan dengan karya Kristus melalui kematian yang dimana kebangkitan Kristus tidak hanya menjadi teladan tetapi juga memberi kuasa yang menghidupkan orang berdosa kepada hidup yang baru

Pertobatan orang percaya – yang ditunjukkan melalui baptisan – membuat mereka mengalami kuasa penebusan Kristus (band. Fil 3:10-11). Dengan demikian, kematian dan kebangkitan Yesus bukan hanya memberikan keteladanan, tetapi, lebih jauh daripada itu, memberikan kuasa yang menghidupkan orang berdosa ke dalam hidup yang baru, yang tidak dikuasai oleh dosa

Jadi istilah “telah mati” disini sengaja di berikan oleh Paulus untuk menunjukan kepada jemaat di roma bahwa ketika mereka hidup di dalam Kristus maka kematian kristus membuat dosa tidak lagi berkuasa atas mereka tetapi mereka juga tidak dapat lagi kembali hidup di dalam dosa, sebagaimana Kristus telah mati satu kali untuk dosa

2.     Persekutuan dengan Kristus (Ayat 3-5.)

Paulus menunjukan adanya persekutuan dengan Kristus dalam penyaliban yang bertujuan mematikan kuasa dosa agar kita jangan lagi menghambakan diri terhadap dosa dan ia memakai istilah kematian ini juga terkait dengan konsep orang Yahudi tentang utang yang dimana ada peraturan  bahwa jika seseorang berhutang dan belum sempat melunaskan hutangnya sampai ia meninggal maka utang orang itu di anggap telah lunas. Yang artinya kematian Kristus telah membebaskan kita dari perbudakan dosa, sehingga ia memakai istilah kematian untuk menunjukan bahwa orang percaya yang berada dalam persekutuan dengan Kristus telah terbebas dari kuasa dosa yang dahulu membelenggunya. Dan sikap nyata dari persekutuan dengan Kristus ialah:

.Tidak menyerahkan anggota-anggota tubuh sebagai senjata ketidakbenaran (ay. 13a).

Kata mutiara: “kita berbuah bukan karena rajin membaca firman, melainkan karena rajin mempraktekan dan kita akan rajin mempraktekannya jika kita rajin membaca firman Tuhan”

Artinya kita tidak dapat menghasilkan apa-apa atau tidak dapat menang atas dosa tanpa adanya persekutuan yang erat dengan Kristus. Dan dan salah satu indicator bahwa kita memiliki persekutuan dengan Kristus melalui perenungan firman Tuhan dan berjaga-jaga dalam doa.

1)      mengapa sehingga firman Tuhan dan doa menjadi sedemikian penting dalam persekutuan bersama Kristus..? karena alkitab sendiri mencatat bahwa iblis berjalan seperti singa yang mengaum-ngaum di sekeliling kita untuk menjatuhkan kita dalam dosa, sehingga ada banyak anak-anak Tuhan yang ketika merasa sudah aman secara rohani mulai berkurang waktu-waktunya bersekutu dengan Tuhan atau karena alasan cape pelayanan lalu absen berdoa sehingga mereka menjadi sasaran empuk bagi iblis

3.      Tidak membiarkan dosa menguasai tubuh (Ay 12)

“manusia lama” di sini tidak merujuk pada natur keberdosaan (band. Ef 4:22-24; Kol 3:9-11). Natur keberdosaan tetap ada dalam diri orang percaya. “Manusia lama” merujuk pada seluruh eksistensi seseorang dalam arti relasional: semua manusia dalam relasi dengan Adam yang dikuasai oleh kuasa dosa (5:12-21). Penyaliban manusia lama ini bertujuan untuk menghilangkan kuasa tubuh dosa (i[na katarghqh/| to. sw/ma th/j a`marti,aj). Kata sw/ma di sini merujuk pada seluruh hidup seseorang (band. ayat 12-13), sehingga to. sw/ma th/j a`marti,aj merujuk pada seluruh eksistensi manusia dalam kejatuhannya dalam Adam. Eksistensi tersebut sebelumnya dikuasai oleh dosa dalam seluruh aspeknya

Yang dimaksud disini bisa berarti tubuh fisik karena didukung dengan hawa nafsu

–Bagaimana supaya dosa tidak menguasai tubuh..?

Dengan menyerahkannya kepada Allah tubuh kita ini untuk alat tuhan, dengan menyadari bahwa tubuh kita bukan lagi milik kita pribadi sebab Dia yang telah menebus kita dengan darah-Nya supaya kita menjadi milik kepunyaan-Nya. Sebab ketika seseorang menyadari bahwa seluruh hidupnya tidak berarti apa-apa tanpa Yesus maka akan Nampak sikap yang menyerahkan hidup untuk Tuhan dalam berbagai aspek antara lain:

1.Waktu untuk mendengar firman, membaca firman (firman prioritas utama dlm hidup)

2.Tenaga untuk pelayanan (mau cape untuk Tuhan)

3.Hartanya untuk pelayanan, sebab ia sadar bahwa ia hanya saluran dari sumber berkat

Sehingga

Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus setelah kita sama-sama merenungkan kebenaran firman Tuhan tentang bagaimana dapat hidup berkemengan atas dosa, yaitu yang pertama “ tidak berdiam dalam dosa” yang kedua “memiliki persekutuan yang baik dengan Kristus” dan yang terakhir ialah “tidak membiarkan dosa menguasai tubuh” maukah saudara setelah pulang dari tempat ini, saudara berdoa dengan sungguh-sungguh dan mengambil komitmen dari ketiga point di atas agar dapat hidup berkemenangan atas dosa sehingga lewat kehidupan saya dan saudara nama Tuhan saja yang selalu di permuliakan. Amin… Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

 

2 thoughts on “Hidup Berkemenangan atas Dosa “Roma 6:1-14″

    gabby. eulo 51 said:
    Juni 26, 2013 pukul 3:29 pm

    Bos.. mohon bantuannya…

      juannalle responded:
      Oktober 21, 2013 pukul 3:20 am

      ah gabby ni sngja sj

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s